Perjalanan dengan pesawat memang menawarkan kenyamanan dan efisiensi, terutama ketika ingin berlibur ke luar kota atau luar negeri. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan: kabin pesawat merupakan ruang bersama yang digunakan banyak orang dalam waktu bersamaan.
Di ruang yang terbatas, kebiasaan kecil bisa memengaruhi kenyamanan penumpang lain. Memutar video tanpa headset, membawa makanan berbau menyengat, atau merekam konten media sosial tanpa memperhatikan sekitar mungkin terasa biasa bagi sebagian orang. Namun, bagi penumpang lain, hal tersebut bisa menjadi gangguan selama penerbangan.
Fenomena ini turut disoroti Booking.com melalui riset bertajuk Plane Rude: The Modern In-Flight Habits Testing Passengers’ Patience yang dirilis pada Juli 2026. Penelitian tersebut mengungkap berbagai kebiasaan penumpang yang dianggap mengganggu, sekaligus menunjukkan bahwa batas antara kenyamanan pribadi dan etika di ruang publik masih sering diperdebatkan.
Lantas, apa saja kebiasaan saat naik pesawat yang sebaiknya dihindari? Berikut daftarnya agar perjalanan tetap nyaman bagi diri sendiri maupun penumpang lain.
Mengapa Etika Naik Pesawat Itu Penting?
Berbeda dengan ruang publik yang luas, kabin pesawat memiliki ruang gerak terbatas. Penumpang duduk berdekatan, berbagi lorong, dan menggunakan fasilitas yang sama selama penerbangan. Kondisi ini membuat setiap orang perlu memperhatikan perilakunya.
Dalam riset Booking.com terhadap 1.000 orang dewasa di Inggris yang pernah melakukan penerbangan internasional dalam setahun terakhir, 89% responden percaya bahwa penumpang seharusnya berperilaku seperti saat menggunakan transportasi umum lainnya. Namun, 67% mengaku tetap berperilaku di pesawat seperti ketika berada di rumah.
Temuan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan antara standar perilaku yang diharapkan dan kebiasaan sehari-hari. Kenyamanan pribadi memang penting, tetapi tetap perlu mempertimbangkan ruang dan hak orang lain.
Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan agar Kebutuhan Air Tetap Aman
10 Kebiasaan Saat Naik Pesawat yang Sebaiknya Dihindari

Berdasarkan survei Booking.com, berikut sepuluh perilaku yang paling banyak dianggap mengganggu oleh responden. Urutannya mengikuti hasil survei, bukan berarti setiap kebiasaan tersebut selalu menimbulkan masalah dalam semua situasi.
1. Menonton Video atau Mendengarkan Musik Tanpa Headset
Sebanyak 43% responden menilai kebiasaan menonton film, video, atau mendengarkan musik tanpa headset sebagai salah satu perilaku paling mengganggu selama penerbangan.
Suara dari ponsel bisa terdengar jelas di kabin, terutama ketika suasana sedang tenang. Penumpang lain mungkin ingin tidur, membaca, bekerja, atau sekadar menikmati perjalanan tanpa suara tambahan.
Solusinya sederhana: gunakan headset atau earphone setiap kali mendengarkan audio. Periksa juga volume perangkat sebelum memutar video agar suara tidak keluar melalui speaker secara tidak sengaja.
2. Membawa Makanan Berbau Menyengat ke Kabin
Sebanyak 43% responden merasa terganggu dengan makanan yang memiliki aroma kuat atau berpotensi membuat area sekitar kotor.
Dalam ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang terbatas, aroma makanan dapat menyebar dan sulit dihindari oleh penumpang lain. Sushi disebut oleh 38% responden sebagai salah satu makanan yang paling mengganggu, disusul hidangan dengan banyak bawang putih sebesar 32% dan telur rebus sebesar 31%.
Bukan berarti semua makanan tersebut dilarang dibawa ke pesawat. Namun, pertimbangkan aroma, risiko tumpah, aturan maskapai, serta kenyamanan orang di sekitar sebelum memilih makanan untuk penerbangan.
3. Mengganggu Penumpang Lain Demi Mengambil Foto dari Jendela
Sebanyak 42% responden tidak menyukai perilaku penumpang yang terlalu mendekat atau bersandar melewati orang lain demi mengambil foto dan video dari jendela.
Pemandangan dari udara memang menarik untuk diabadikan. Namun, keinginan mendapatkan foto yang bagus sebaiknya tidak membuat penumpang lain kehilangan ruang pribadi atau merasa terganggu.
Jika duduk di kursi dekat jendela, ambil gambar dari posisi sendiri selama memungkinkan. Hindari menjulurkan badan melewati penumpang lain atau memaksa orang di sebelah bergeser hanya untuk mendapatkan sudut foto tertentu.
4. Merekam Konten TikTok atau Media Sosial Tanpa Memperhatikan Sekitar
Sebanyak 33% responden menyebut aktivitas merekam konten media sosial, termasuk TikTok, sebagai salah satu kebiasaan yang mengganggu di pesawat.
Membuat konten perjalanan bukanlah masalah selama dilakukan dengan memperhatikan situasi. Gangguan muncul ketika penumpang berbicara terlalu keras, mengulang pengambilan gambar berkali-kali, atau menggunakan ruang kabin seolah-olah merupakan studio pribadi.
Jika ingin membuat konten, lakukan dengan tenang dan tetap berada di ruang pribadi. Pastikan juga tidak melanggar instruksi awak kabin atau merekam orang lain secara tidak pantas.
5. Membuat Penumpang Lain Masuk ke Video Tanpa Persetujuan
Masih berkaitan dengan aktivitas media sosial, sebanyak 30% responden merasa terganggu ketika tanpa sengaja masuk ke dalam rekaman orang lain.
Kabin pesawat merupakan ruang bersama, tetapi bukan berarti semua orang ingin tampil dalam konten publik. Sebagian penumpang mungkin tidak nyaman wajah, percakapan, atau aktivitas pribadinya direkam dan diunggah ke internet.
Sebelum memublikasikan video perjalanan, periksa latar belakang rekaman. Jika penumpang lain terlihat jelas, pertimbangkan untuk meminta izin atau mengedit bagian tersebut agar privasi mereka tetap terjaga.
6. Bertelanjang Kaki Selama Penerbangan
Sebanyak 25% responden menganggap kebiasaan melepas sepatu dan berjalan atau berada tanpa alas kaki sebagai perilaku yang mengganggu.
Melepas sepatu saat duduk mungkin terasa nyaman, terutama dalam penerbangan panjang. Namun, berjalan tanpa alas kaki di kabin atau menggunakan area umum tanpa alas kaki dapat menimbulkan masalah kebersihan.
Jika ingin lebih nyaman, gunakan kaus kaki bersih dan tetap kenakan alas kaki ketika berjalan di lorong atau menuju toilet. Perhatikan juga kondisi sekitar agar tidak mengganggu penumpang lain.
7. Berjalan Bolak-balik di Lorong Demi Target Langkah Harian
Sebanyak 24% responden merasa terganggu dengan penumpang yang berjalan naik turun di lorong untuk memenuhi target langkah atau tujuan kebugaran.
Bergerak selama penerbangan panjang memang dapat membantu mengurangi rasa kaku setelah duduk lama. Namun, lorong pesawat juga digunakan penumpang lain dan awak kabin untuk menjalankan tugas.
Jika ingin bergerak, pilih waktu yang tepat dan ikuti petunjuk awak kabin. Hindari berjalan ketika layanan makanan berlangsung, lorong sedang ramai, atau tanda sabuk pengaman menyala.
8. Melakukan Peregangan atau Yoga di Lorong Pesawat
Sebanyak 23% responden menganggap aktivitas peregangan atau yoga di lorong sebagai salah satu kebiasaan yang mengganggu.
Menjaga tubuh tetap aktif selama perjalanan merupakan hal yang baik. Akan tetapi, melakukan gerakan yang membutuhkan ruang luas di lorong dapat menghalangi lalu lintas penumpang dan mengganggu pekerjaan awak kabin.
Jika ingin melakukan peregangan ringan, lakukan sebatas yang memungkinkan di area tempat duduk tanpa mengganggu orang di sebelah. Untuk gerakan yang lebih luas, tunggu hingga berada di tempat yang sesuai setelah penerbangan.
9. Memotong atau Mengecat Kuku di Pesawat
Sebanyak 23% responden merasa terganggu dengan kebiasaan melakukan manikur, seperti mengecat, memotong, atau mengikir kuku selama penerbangan.
Aktivitas ini mungkin terlihat sederhana, tetapi suara dari alat pengikir dan aroma produk tertentu dapat mengganggu orang di sekitar. Potongan kuku juga berisiko jatuh ke area yang digunakan bersama.
Perawatan kuku sebaiknya dilakukan sebelum berangkat atau setelah tiba di tujuan. Dengan begitu, kamu tetap bisa menjaga penampilan tanpa membuat penumpang lain merasa tidak nyaman.
10. Menggunakan Benang Gigi di Area Kabin
Sebanyak 18% responden menyebut penggunaan benang gigi atau dental floss sebagai salah satu perilaku yang mengganggu selama penerbangan.
Menjaga kebersihan gigi tentu penting, terutama setelah makan. Namun, melakukan perawatan pribadi di tempat duduk atau area umum dapat membuat orang lain merasa kurang nyaman.
Jika perlu membersihkan gigi setelah makan, gunakan fasilitas toilet pesawat apabila memungkinkan dan ikuti aturan kebersihan yang berlaku. Buang sampah pada tempatnya dan jangan meninggalkan sisa makanan atau perlengkapan pribadi di area kabin.
Baca Juga: Listrik Padam? Ini 8 Cara Melindungi Peralatan Elektronik agar Tidak Rusak
Cara Menjaga Kenyamanan Selama Penerbangan

Mengetahui kebiasaan yang mengganggu merupakan langkah awal. Selanjutnya, ada beberapa hal sederhana yang dapat membantu membuat perjalanan lebih menyenangkan bagi semua penumpang.
Hormati Ruang Pribadi Penumpang Lain
Hindari menggunakan ruang kursi sebelah secara berlebihan, menyandarkan badan ke penumpang lain, atau mengambil barang dari kompartemen yang bukan milikmu tanpa izin.
Jika membutuhkan bantuan, sampaikan dengan sopan. Sikap saling menghormati dapat mengurangi ketidaknyamanan selama perjalanan.
Ikuti Instruksi Awak Kabin
Awak kabin bertugas menjaga keselamatan dan membantu kelancaran penerbangan. Perhatikan instruksi mengenai penggunaan sabuk pengaman, penyimpanan barang, penggunaan perangkat elektronik, serta pergerakan di lorong.
Jika ada kebutuhan khusus, sampaikan kepada awak kabin daripada mengambil tindakan sendiri yang berpotensi mengganggu keselamatan.
Gunakan Fasilitas dengan Bijak
Gunakan toilet sesuai kebutuhan, jaga kebersihannya, dan jangan meninggalkan barang pribadi di lorong atau area bersama. Saat mengambil barang dari kompartemen atas, pastikan tidak menjatuhkan barang atau menghalangi penumpang lain terlalu lama.
Hal sederhana seperti ini dapat membantu menjaga suasana kabin tetap tertib.
Sampaikan Keluhan dengan Cara yang Baik
Survei Booking.com juga menemukan bahwa 31% responden memilih diam ketika menghadapi perilaku penumpang yang mengganggu. Sebanyak 36% mengaku lebih memilih menceritakan kekesalannya kepada teman atau keluarga setelah penerbangan.
Jika merasa terganggu, kamu tidak harus langsung berkonfrontasi. Kamu bisa menyampaikan permintaan dengan sopan atau meminta bantuan awak kabin apabila masalah berlanjut.
Pendekatan yang tenang biasanya lebih membantu daripada memperbesar konflik di ruang yang terbatas.
FAQ Seputar Etika Naik Pesawat
Apakah boleh menonton video tanpa headset di pesawat?
Sebaiknya tidak. Gunakan headset atau earphone agar suara dari perangkat tidak mengganggu penumpang lain yang ingin beristirahat atau menikmati perjalanan dengan tenang.
Apakah boleh membuat konten TikTok di dalam pesawat?
Membuat konten dapat dilakukan selama mematuhi aturan maskapai dan instruksi awak kabin. Hindari mengganggu penumpang lain, menghalangi lorong, atau merekam orang lain tanpa memperhatikan privasi mereka.
Apakah boleh membawa makanan sendiri ke pesawat?
Ketentuannya bergantung pada kebijakan maskapai, jenis makanan, dan aturan perjalanan yang berlaku. Pilih makanan yang tidak mudah tumpah, tidak berbau menyengat, dan praktis dikonsumsi di ruang terbatas.
Bagaimana jika penumpang lain melakukan hal yang mengganggu?
Jika situasinya aman, sampaikan permintaan dengan sopan. Jika perilaku tersebut berlanjut atau berkaitan dengan keselamatan, mintalah bantuan awak kabin.
Kesimpulan
Etika naik pesawat bukan hanya soal mengikuti aturan maskapai, tetapi juga memahami bahwa kabin merupakan ruang bersama. Kebiasaan seperti memutar video tanpa headset, membawa makanan berbau menyengat, atau merekam orang lain tanpa mempertimbangkan privasi dapat memengaruhi pengalaman penumpang di sekitar.
Riset Booking.com menunjukkan bahwa hal-hal sederhana bisa menjadi sumber ketidaknyamanan selama penerbangan. Meski demikian, setiap penumpang memiliki kebutuhan dan batas kenyamanan yang berbeda. Karena itu, sikap saling menghormati, menjaga kebersihan, dan mengikuti instruksi awak kabin tetap menjadi kunci perjalanan yang menyenangkan.
Jika kamu merencanakan perjalanan dari Batam, jangan lupa mempersiapkan kebutuhan perjalanan sejak awal, mulai dari tiket, dokumen, hingga akomodasi. Untuk beristirahat sebelum atau sesudah perjalanan, kamu juga bisa mempertimbangkan Beverly Inn Batam. Informasi kamar dapat ditanyakan melalui WhatsApp 0811-7788-889.