Nama Simpang di Batam yang Unik: 13 Sebutan yang Bikin Penasaran

Nama Simpang di Batam yang Unik

Kalau baru pertama kali berkunjung ke Batam, ada banyak hal yang mungkin membuat Anda penasaran. Selain tempat wisata, kuliner, hingga kawasan perbelanjaannya, nama simpang di Batam yang unik juga menjadi salah satu hal menarik untuk diperhatikan.

Bagi masyarakat lokal, nama simpang bukan sekadar penunjuk arah. Banyak nama simpang sudah digunakan dalam percakapan sehari-hari dan menjadi patokan ketika seseorang ingin menjelaskan lokasi. Tidak jarang, warga Batam lebih mudah memberikan petunjuk berdasarkan nama simpang dibandingkan nama jalan secara lengkap.

Hal yang membuatnya menarik adalah beberapa nama simpang terdengar cukup tidak biasa. Ada yang berasal dari landmark, nama kawasan, fasilitas tertentu, perusahaan, hingga sebutan yang sudah melekat sejak lama. Bahkan, ada nama yang tetap digunakan masyarakat meskipun kondisi atau objek yang menjadi asal-usul namanya sudah berubah.

Contohnya adalah Simpang Jam. Nama ini berasal dari keberadaan tugu jam yang dahulu menjadi penanda kawasan. Walaupun tugu tersebut sudah tidak berada di lokasi seperti dulu, masyarakat masih mengenal kawasan tersebut dengan nama Simpang Jam.

Selain itu, ada pula nama seperti Simpang Frengky, Simpang Pantek, Simpang Kuda, Simpang Melchem, Simpang Kara, dan Simpang Kabil yang mungkin terdengar cukup unik bagi wisatawan dari luar Batam.

Menariknya, pembahasan mengenai nama simpang di Batam juga terus berkembang. Pada 2026, muncul usulan dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam untuk memberikan sejumlah nama baru pada simpang dan bundaran dengan mengangkat tokoh sejarah serta identitas Melayu.

Jadi, kalau Anda sedang merencanakan perjalanan ke Batam, mengenal nama-nama simpang ini bukan hanya membantu memahami petunjuk arah, tetapi juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal cerita dan perkembangan Kota Batam.

Lantas, apa saja nama simpang di Batam yang unik dan cukup dikenal masyarakat? Berikut beberapa di antaranya.

Mengenal Nama Simpang di Batam yang Unik

Mengenal Nama Simpang di Batam yang Unik

Sebelum membahas satu per satu, penting untuk diketahui bahwa tidak semua nama simpang merupakan nama resmi jalan. Sebagian merupakan sebutan lokal yang berkembang karena masyarakat membutuhkan patokan yang mudah dikenali.

Nama sebuah simpang bisa berasal dari benda yang pernah ada di lokasi, nama kawasan, fasilitas, perusahaan, atau bahkan kebiasaan masyarakat yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Karena itu, beberapa nama berikut mungkin tidak langsung ditemukan sebagai nama jalan resmi di aplikasi peta. Namun, bagi warga Batam, nama tersebut tetap mudah dikenali.

1. Simpang Jam

Salah satu nama simpang di Batam yang unik dan paling terkenal adalah Simpang Jam.

Nama tersebut berasal dari keberadaan sebuah tugu jam yang dahulu menjadi landmark di kawasan persimpangan tersebut. Karena jam menjadi penanda yang mudah dikenali, masyarakat kemudian terbiasa menyebut lokasi itu sebagai Simpang Jam.

Seiring perkembangan Kota Batam, kawasan tersebut mengalami perubahan dan pembangunan infrastruktur. Tugu jam yang menjadi asal-usul nama tersebut sudah tidak berada di tempat seperti dahulu.

Namun, nama Simpang Jam tetap bertahan dalam percakapan masyarakat.

Menariknya, jam dari Simpang Jam kemudian menjadi bagian dari koleksi Museum Raja Ali Haji. Hal ini membuat sebuah benda yang awalnya hanya berfungsi sebagai penanda jalan akhirnya memiliki nilai sejarah bagi perkembangan Kota Batam.

Bagi wisatawan, Simpang Jam menjadi contoh menarik bahwa nama sebuah lokasi dapat bertahan meskipun bentuk fisik tempatnya sudah berubah.

2. Simpang Kabil

Nama berikutnya adalah Simpang Kabil.

Berbeda dengan Simpang Jam, nama ini lebih berkaitan dengan nama kawasan Kabil yang berada di wilayah Batam.

Kabil merupakan salah satu kawasan penting di Batam dan dikenal dengan berbagai aktivitas industri serta kawasan pelabuhan di sekitarnya.

Karena nama Kabil sudah cukup familiar, penyebutan Simpang Kabil kemudian menjadi salah satu cara masyarakat menunjukkan lokasi atau arah perjalanan.

Simpang Kabil juga tercatat dalam berbagai dokumen perencanaan jalan Kota Batam sebagai salah satu titik persimpangan penting.

Bagi wisatawan yang baru datang ke Batam, memahami nama seperti Simpang Kabil cukup membantu, terutama ketika melakukan perjalanan menuju kawasan industri atau wilayah tertentu di bagian timur kota.

3. Simpang Kara

Simpang Kara juga termasuk nama yang cukup dikenal oleh masyarakat Batam.

Nama ini mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi warga lokal, Simpang Kara merupakan salah satu patokan lokasi yang cukup familiar.

Seperti sejumlah nama simpang lainnya, Kara kemudian digunakan sebagai penanda kawasan sehingga masyarakat tidak perlu menyebut alamat lengkap ketika memberikan petunjuk arah.

Simpang Kara juga menarik karena masuk dalam pembahasan penamaan baru ruang publik di Batam. LAM Batam mengusulkan nama baru yang berkaitan dengan tokoh Melayu sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya dalam penamaan ruang publik.

Meski demikian, nama Simpang Kara tetap penting diketahui karena sebutan lama dapat terus digunakan dalam percakapan sehari-hari.

4. Simpang Frengky atau Simpang Frangki

Kalau mencari nama simpang yang benar-benar membuat orang luar Batam penasaran, Simpang Frengky atau yang juga sering ditulis Simpang Frangki bisa menjadi salah satu contohnya.

Sekilas, namanya seperti nama seseorang.

Namun, asal-usul nama ini berkaitan dengan sebuah perusahaan dan proyek konstruksi.

Menurut catatan lokal, nama tersebut dikaitkan dengan Frengky Pile, perusahaan yang pernah memasok tiang pancang untuk sebuah proyek rumah sakit yang tidak berlanjut.

Tiang pancang yang berada di lokasi tersebut kemudian menjadi penanda bagi masyarakat. Dari situlah nama Frengky kemudian melekat pada kawasan persimpangan tersebut.

Meskipun kondisi di lokasi kemudian berubah, nama tersebut tetap digunakan.

Kisah ini menunjukkan bahwa sebuah proyek yang tidak selesai sekalipun dapat meninggalkan jejak dalam sejarah informal sebuah kota.

5. Simpang Melchem

Selanjutnya ada Simpang Melchem.

Nama ini mungkin menjadi salah satu nama simpang yang paling asing bagi wisatawan dari luar Batam.

Melchem sudah lama dikenal sebagai salah satu sebutan lokasi dalam percakapan masyarakat.

Tidak seperti nama Simpang Bandara atau Simpang Kabil yang relatif mudah ditebak asalnya, nama Melchem terdengar lebih unik dan membuat orang yang baru mendengarnya biasanya bertanya mengenai asal-usulnya.

Simpang Melchem juga pernah dicatat dalam berbagai pembahasan mengenai nama-nama unik yang digunakan di Batam.

Hal seperti ini memperlihatkan bahwa penamaan lokasi di Batam tidak selalu mengikuti pola yang mudah ditebak.

Baca Juga: Itinerary Mengelilingi Batam: Panduan Liburan 1–3 Hari yang Seru dan Praktis

6. Simpang Pantek

Nah, Simpang Pantek juga wajib masuk dalam daftar nama simpang di Batam yang unik.

Bagi masyarakat lokal, nama ini sudah cukup dikenal sebagai salah satu patokan lokasi. Namun, bagi wisatawan dari luar Batam, kata “Pantek” mungkin terdengar tidak biasa dan menimbulkan rasa penasaran.

Simpang Pantek menjadi salah satu contoh bagaimana istilah lokal dapat berkembang menjadi nama sebuah lokasi yang kemudian digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, pada 2026 Simpang Pantek juga masuk dalam pembahasan penamaan ulang sejumlah simpang di Batam. LAM Batam mengusulkan nama Simpang Junjung Budaya sebagai salah satu nama baru yang lebih mencerminkan identitas budaya Melayu.

Meski terdapat usulan nama baru, wisatawan tetap perlu mengetahui sebutan Simpang Pantek karena nama lama kemungkinan masih digunakan dalam percakapan masyarakat.

Jadi, kalau suatu saat Anda mendengar seseorang menyebut “Simpang Pantek”, jangan langsung bingung. Bisa jadi itulah patokan lokasi yang sedang dimaksud.

7. Simpang Kuda

Ada juga Simpang Kuda, nama yang relatif mudah diingat karena menggunakan nama hewan.

Nama tersebut berkaitan dengan keberadaan ikon atau penanda berupa kuda yang pernah dikenal di kawasan tersebut.

Seperti Simpang Jam, nama Simpang Kuda menunjukkan bagaimana sebuah objek yang mudah dilihat dapat berubah menjadi patokan lokasi.

Masyarakat kemudian tidak perlu menjelaskan alamat panjang. Cukup menyebut “Simpang Kuda”, orang yang familiar dengan kawasan tersebut dapat memahami lokasi yang dimaksud.

Nama seperti ini menjadi salah satu ciri menarik dari cara masyarakat lokal mengenali ruang di sekitarnya.

8. Simpang Kodim

Simpang Kodim merupakan contoh nama simpang yang menggunakan fasilitas sebagai penanda lokasi.

Istilah “Kodim” sendiri merujuk pada Komando Distrik Militer.

Karena fasilitas tersebut cukup dikenal, masyarakat kemudian menggunakan namanya sebagai salah satu patokan arah.

Bagi wisatawan, nama seperti Simpang Kodim mungkin terasa lebih mudah dipahami dibandingkan nama simpang yang asal-usulnya tidak jelas.

Ketika seseorang mengatakan “arah Simpang Kodim”, biasanya yang dimaksud adalah kawasan di sekitar fasilitas yang menjadi penanda tersebut.

9. Simpang Bandara

Nama Simpang Bandara juga cukup mudah ditebak.

Seperti namanya, simpang ini digunakan sebagai patokan menuju kawasan Bandara Hang Nadim.

Bagi wisatawan yang baru tiba di Batam melalui jalur udara, istilah ini bisa sangat membantu ketika mencari arah.

Nama Simpang Bandara juga menunjukkan pola sederhana dalam penamaan lokasi di Batam: sebuah fasilitas besar dan terkenal dapat menjadi landmark bagi kawasan di sekitarnya.

Dengan begitu, masyarakat tidak harus menggunakan nama jalan yang panjang ketika menjelaskan arah.

10. Simpang Base Camp

Selanjutnya ada Simpang Base Camp, yang cukup dikenal terutama di kawasan Batu Aji dan sekitarnya.

Nama tersebut berasal dari kawasan Base Camp.

Dalam dokumen perencanaan jalan Kota Batam, kawasan tersebut juga tercatat sebagai salah satu titik persimpangan yang menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur.

Bagi masyarakat sekitar, nama Base Camp menjadi penanda yang praktis untuk menjelaskan lokasi.

Bagi wisatawan, mengetahui nama tersebut akan membantu jika itinerary perjalanan mencakup wilayah Batu Aji dan sekitarnya.

11. Simpang Kepri Mall

Simpang Kepri Mall merupakan contoh lain bagaimana sebuah pusat aktivitas dapat menjadi patokan lokasi.

Nama Kepri Mall sudah cukup dikenal oleh masyarakat Batam sehingga kawasan di sekitarnya juga sering dikaitkan dengan nama tersebut.

Penggunaan nama pusat perbelanjaan sebagai penanda lokasi sebenarnya cukup umum. Wisatawan biasanya lebih mudah mengenali nama sebuah pusat perbelanjaan daripada nama jalan.

Karena itu, ketika mendapatkan petunjuk seperti “dekat Simpang Kepri Mall”, Anda bisa menggunakan landmark tersebut sebagai referensi tambahan saat mencari lokasi.

12. Simpang Barelang

Simpang Barelang juga menarik untuk dimasukkan dalam daftar.

Nama Barelang sendiri sangat erat kaitannya dengan salah satu ikon wisata Batam, yaitu Jembatan Barelang.

Kawasan Barelang memiliki rangkaian jembatan yang menghubungkan sejumlah wilayah dan pulau.

Karena Barelang sudah menjadi nama yang sangat familiar, penyebutan Simpang Barelang menjadi salah satu cara masyarakat menunjukkan arah menuju kawasan tersebut.

Bagi wisatawan, nama ini cukup mudah diingat karena langsung berkaitan dengan salah satu destinasi paling populer di Batam.

13. Simpang Pelita

Terakhir ada Simpang Pelita.

Pelita merupakan salah satu kawasan yang cukup dikenal di Batam.

Nama kawasan tersebut kemudian digunakan sebagai patokan lokasi sehingga masyarakat dapat menyebut “Simpang Pelita” ketika menjelaskan arah.

Nama Pelita sendiri juga sudah lama digunakan dalam berbagai konteks alamat dan kawasan di Batam.

Simpang Pelita menjadi contoh bahwa nama sebuah kawasan dapat berkembang menjadi nama simpang yang digunakan secara luas oleh masyarakat.

Apa yang Membuat Nama Simpang di Batam Menjadi Unik?

Setelah melihat beberapa contohnya, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa pola yang membuat nama simpang di Batam menarik.

Nama tersebut dapat berasal dari benda atau landmark, seperti Simpang Jam dan Simpang Kuda.

Ada pula yang berasal dari nama kawasan, seperti Simpang Kabil, Simpang Kara, dan Simpang Pelita.

Sementara nama seperti Simpang Kodim dan Simpang Bandara menggunakan fasilitas penting sebagai patokan.

Ada juga nama yang asal-usulnya berkaitan dengan perusahaan atau proyek, seperti Simpang Frengky.

Karena itulah, nama simpang di Batam sebenarnya dapat dianggap sebagai bagian kecil dari cerita perkembangan kota.

Nama Simpang Membantu Warga Menentukan Arah

Bagi masyarakat lokal, nama simpang memiliki fungsi yang sangat praktis.

Bayangkan Anda ingin menjelaskan lokasi sebuah restoran kepada teman. Daripada memberikan nama jalan, nomor bangunan, dan detail alamat yang panjang, Anda mungkin cukup mengatakan:

“Lokasinya dekat Simpang Kara.”

Atau:

“Dari Simpang Kabil, tinggal lurus.”

Cara tersebut membuat komunikasi lebih cepat.

Nama simpang kemudian menjadi semacam landmark verbal yang membantu orang memahami lokasi.

Bahkan bagi pengemudi transportasi online, nama simpang terkadang dapat digunakan sebagai informasi tambahan ketika menentukan titik penjemputan.

Kenapa Wisatawan Perlu Mengenal Nama Simpang di Batam?

Kenapa Wisatawan Perlu Mengenal Nama Simpang di Batam

Bagi wisatawan, mengetahui nama simpang di Batam yang unik ternyata memiliki manfaat praktis.

Memudahkan Saat Bertanya Arah

Jika Anda bertanya kepada warga lokal, kemungkinan besar Anda akan mendapatkan petunjuk menggunakan nama simpang.

Dengan mengenal beberapa nama populer, Anda akan lebih mudah memahami arah yang diberikan.

Membantu Menentukan Lokasi Kuliner

Banyak tempat makan dan kafe di Batam menggunakan kawasan atau simpang tertentu sebagai patokan.

Mengetahui nama simpang dapat membantu Anda memperkirakan area tujuan sebelum berangkat.

Mempermudah Bertemu dengan Orang Lain

Jika bepergian bersama teman atau keluarga, nama simpang dapat digunakan sebagai titik pertemuan.

Misalnya, Anda dapat menentukan meeting point di sekitar simpang yang mudah dikenali.

Membantu Saat Menggunakan Transportasi Online

Saat memesan kendaraan online, Anda bisa menyebutkan nama hotel atau alamat lengkap sekaligus simpang terdekat.

Informasi tambahan seperti ini dapat membantu pengemudi menemukan titik tujuan dengan lebih mudah.

Baca Juga: Mengapa Warga Singapura Liburan ke Batam? Ini Alasan dan Destinasi Favoritnya

Perubahan Nama Simpang di Batam dan Identitas Melayu

Pembahasan mengenai nama simpang di Batam yang unik menjadi semakin menarik karena ada upaya untuk memperkenalkan nama-nama baru yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Melayu.

Pada 2026, Lembaga Adat Melayu Batam mengusulkan puluhan nama baru untuk simpang dan bundaran di Batam.

Tujuannya antara lain untuk memberikan identitas yang lebih kuat terhadap ruang publik melalui nama tokoh sejarah, pahlawan, serta unsur budaya Melayu.

Beberapa nama lama juga masuk dalam daftar pembahasan tersebut.

Simpang Frengky, misalnya, diusulkan menggunakan nama baru yang berkaitan dengan tokoh Melayu. Simpang Kara juga masuk dalam daftar lokasi yang diusulkan menggunakan nama baru. Sementara Simpang Pantek diusulkan menjadi Simpang Junjung Budaya.

Perubahan tersebut tentu merupakan bagian dari perkembangan identitas kota.

Namun, nama lama tidak selalu langsung hilang dari penggunaan masyarakat.

Nama yang sudah digunakan bertahun-tahun biasanya tetap melekat dalam percakapan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang sudah lama tinggal di kawasan tersebut.

Karena itu, bagi wisatawan, mengetahui nama lama dan nama baru sama-sama bisa bermanfaat.

Nama Simpang Batam Adalah Bagian dari Cerita Kota

Jika diperhatikan lebih jauh, nama-nama simpang di Batam sebenarnya seperti potongan kecil dari perjalanan perkembangan kota.

Ada nama yang mengingatkan pada benda yang pernah berdiri di sebuah persimpangan.

Ada nama yang berasal dari kawasan yang berkembang menjadi pusat aktivitas.

Ada pula nama yang muncul karena proyek pembangunan atau fasilitas tertentu.

Hal ini menunjukkan bahwa sebuah kota tidak hanya memiliki sejarah yang tercatat dalam buku atau museum.

Sejarah juga bisa tersimpan dalam percakapan masyarakat sehari-hari.

Ketika warga Batam masih mengatakan “Simpang Jam”, misalnya, mereka secara tidak langsung sedang mempertahankan ingatan tentang sebuah landmark yang pernah menjadi bagian dari kota.

Begitu pula dengan Simpang Frengky dan Simpang Pantek yang menunjukkan bagaimana sebutan lokal dapat bertahan dalam waktu yang cukup panjang.

Tips Berkeliling Batam agar Tidak Bingung dengan Nama Simpang

Jika ini adalah pertama kalinya Anda berlibur ke Batam, berikut beberapa tips sederhana agar tidak bingung saat mendengar nama simpang.

Simpan Nama Kawasan Selain Nama Jalan

Saat mencatat alamat hotel atau tempat wisata, jangan hanya menyimpan nama jalan.

Catat juga nama kawasan dan simpang terdekat.

Gunakan Landmark sebagai Patokan

Perhatikan gedung, pusat perbelanjaan, masjid, SPBU, atau bangunan lain yang mudah dikenali.

Landmark dapat menjadi informasi tambahan ketika mencari lokasi.

Konfirmasi Titik Lokasi

Jika menggunakan aplikasi transportasi online, pastikan titik lokasi sudah benar.

Anda juga bisa memberi tahu pengemudi nama simpang terdekat.

Jangan Bingung Jika Mendengar Nama yang Tidak Ada di Peta

Tidak semua nama simpang merupakan nama jalan resmi.

Beberapa merupakan sebutan lokal yang sudah digunakan masyarakat selama bertahun-tahun.

Jadi, jika Anda mendengar nama seperti Simpang Pantek atau Simpang Frengky, bisa saja nama tersebut lebih dikenal secara lisan daripada tertulis di alamat resmi.

Contoh Penggunaan Nama Simpang dalam Percakapan

Agar lebih mudah membayangkan bagaimana nama simpang digunakan, berikut beberapa contoh percakapan sederhana.

“Hotel kamu di mana?”

“Di Batam Center, dekat Simpang Jam.”

Atau:

“Kalau mau ke kawasan industri Kabil lewat mana?”

“Biasanya lewat arah Simpang Kabil.”

Contoh lainnya:

“Restorannya di mana?”

“Di sekitar Simpang Kara.”

Bagi warga Batam, percakapan seperti ini mungkin sangat biasa.

Namun bagi pendatang, mengetahui konteks nama simpang dapat membuat navigasi jauh lebih mudah.

FAQ Nama Simpang di Batam

Apa nama simpang di Batam yang paling unik?

Beberapa nama yang cukup unik dan dikenal masyarakat antara lain Simpang Jam, Simpang Pantek, Simpang Frengky, Simpang Melchem, Simpang Kuda, Simpang Kara, dan Simpang Kabil.

Kenapa disebut Simpang Jam?

Simpang Jam mendapatkan namanya dari keberadaan tugu jam yang dahulu menjadi landmark di kawasan tersebut. Meskipun kondisi kawasan sudah berubah, nama Simpang Jam tetap digunakan masyarakat.

Apa asal-usul Simpang Frengky?

Nama Simpang Frengky dikaitkan dengan Frengky Pile, perusahaan yang pernah memasok tiang pancang untuk proyek rumah sakit yang tidak berlanjut. Keberadaan tiang pancang tersebut kemudian menjadi penanda bagi masyarakat.

Apa itu Simpang Pantek?

Simpang Pantek merupakan salah satu sebutan simpang yang dikenal masyarakat Batam. Nama tersebut juga masuk dalam pembahasan penamaan ulang simpang pada 2026.

Apakah semua nama simpang di Batam merupakan nama resmi?

Tidak. Sebagian nama merupakan sebutan lokal yang berkembang dan digunakan masyarakat sebagai patokan lokasi.

Apakah nama simpang di Batam sedang mengalami perubahan?

Pada 2026 terdapat usulan penamaan baru untuk sejumlah simpang dan bundaran di Batam dengan mengangkat identitas Melayu, tokoh sejarah, dan budaya lokal.

Kesimpulan

Nama simpang di Batam yang unik ternyata memiliki cerita yang jauh lebih menarik daripada sekadar nama untuk menunjukkan arah.

Simpang Jam berasal dari landmark berupa tugu jam. Simpang Kabil dan Simpang Kara berkaitan dengan nama kawasan. Simpang Kuda berkaitan dengan penanda berupa kuda. Simpang Frengky memiliki cerita yang berkaitan dengan proyek konstruksi, sementara Simpang Pantek menjadi salah satu nama lokal yang sudah dikenal masyarakat.

Nama-nama tersebut menunjukkan bahwa perkembangan sebuah kota tidak hanya bisa dilihat dari gedung, jalan, dan infrastrukturnya.

Cerita sebuah kota juga bisa ditemukan dari nama-nama tempat yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Bagi wisatawan, mengenal nama simpang di Batam juga memberikan keuntungan tersendiri. Anda akan lebih mudah memahami petunjuk arah, mencari lokasi kuliner, menentukan meeting point, hingga berkomunikasi dengan pengemudi transportasi.

Jadi, ketika nanti berkunjung ke Batam dan mendengar seseorang mengatakan “ketemu di Simpang Jam”, “lewat Simpang Kabil”, “belok dekat Simpang Kara”, atau “lokasinya di Simpang Pantek”, Anda tidak perlu bingung lagi.

Nama-nama tersebut justru merupakan bagian dari pengalaman untuk mengenal Batam lebih dekat.

Menginap di Batam dan Jelajahi Kotanya Lebih Mudah

Setelah mengenal berbagai nama simpang di Batam yang unik, mungkin Anda jadi semakin tertarik untuk menjelajahi berbagai kawasan di Kota Batam secara langsung.

Kalau Anda berencana menghabiskan waktu beberapa hari di Batam, memilih hotel dengan lokasi yang mudah dijangkau bisa membuat perjalanan lebih praktis. Anda bisa menggunakan hotel sebagai tempat beristirahat setelah seharian berkeliling, menikmati kuliner, shopping, maupun mengunjungi berbagai destinasi wisata.

Beverly Inn Batam dapat menjadi salah satu pilihan akomodasi bagi Anda yang ingin menginap di kawasan Batam Center. Setelah berkeliling kota dan mengenal berbagai sisi Batam, Anda bisa kembali ke hotel untuk beristirahat sebelum melanjutkan aktivitas keesokan harinya.

Jadi, sebelum berangkat ke Batam, selain menyusun daftar tempat wisata, tidak ada salahnya juga menyimpan beberapa nama simpang yang sering digunakan masyarakat lokal. Dengan begitu, perjalanan Anda akan terasa lebih mudah dan Anda juga bisa sedikit “berbahasa Batam” ketika bertanya arah.

Banner Bev Inn

Untuk informasi kamar, ketersediaan, dan reservasi, silakan hubungi Beverly Inn Batam melalui WhatsApp.